Saham dan Forex Beda ?

Perbedaan Saham dan Trading Forex Valuta Asing

Banyak sebagian orang yang salah kaprah dengan menggeneralisir bahwa tidak ada perbedaan antara Saham dan Trading Forex Valuta Asing (Valas), secara pengertian saja pelaku transaksi (trading) sangat berbeda dalam kepemilikan dan bukti kepemilikannya. Saham bisa dibilang adalah salah 1 instrumen berinvestasi.

Definisi Saham

Saham adalah bukti kepemilikan nilai suatu perusahaan atau bukti penyertaan modal. Pemegang saham juga berhak menerima dividen berdasarkan jumlah saham yang dimilikinya. Dengan memiliki saham, individu dan entitas dapat mengklaim kepemilikan perusahaan terbuka. Artinya setiap pemegang saham berhak untuk ikut serta dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).

Dimana salah satu untuk memilik saham dalam perusahaan adalah dengan melakukan pembelian pada pasar modal, seiring dengan perkembangan jaman transaksi pada pasar modal ini sangat mudah dan hanya melalui perangkat seluler anda. (Cara daftar pada pasar modal disini)

Kita dapat melihat ciri-ciri perusahaan terbuka sangat mudah, yaitu hanya dengan melihat pada nama perusahaan yang berakhir .Tbk ,dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut kepemilkan sahamnya di perjual belikan pada pasar modal. (Daftar Perusahaan pada pasar modal)

Dikutip dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar berbagai instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan jangka panjang, antara lain surat utang (obligasi), Ekuiti (saham), reksa dana, derivatif, dan instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana penyediaan dana bagi perusahaan dan institusi lain (seperti pemerintah), dan juga sebagai sarana untuk melakukan kegiatan investasi. Oleh karena itu, pasar modal mempromosikan berbagai sarana dan prasarana untuk kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

Definisi Forex      

Perdagangan valas adalah perdagangan mata uang dari berbagai negara, yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini forex merupakan kependekan dari Foreign Exchange (pertukaran valuta asing). Contoh transaksi valuta asing adalah membeli euro (mata uang utama di Eropa) dan sekaligus menjual dollar (mata uang AS) yang bisa disingkat menjadi EUR / USD.

Dalam imajinasi orang awam, pengertian transaksi valuta asing adalah aktivitas penukaran mata uang di money changer, dan money changer secara manual melakukan jual beli valuta asing melalui money changer tersebut. Padahal, transaksi valas berbeda dengan transaksi manual (seperti Money Changer).

Secara umum tujuan orang melakukan jual beli mata uang di Money Changer adalah karena mereka perlu menukarkan mata uang menjadi mata uang pada saat transaksi dilakukan di negara / wilayah yang berbeda, sehingga terdapat penukaran mata uang secara fisik. Tetapi trading forex dilakukan dilakukan secara online dengan tujuan mendapatkan keuntungan semata. Perlu dipahami, trading forex merupakan aktivitas bisnis, investasi, bahkan bisa menjadi profesi.

Resiko Trading Forex

Sebagai penulis yang sudah memahami dan pernah melakukan transaksi dalam dunia saham dan forex ini sangat tidak disarankan dalam trading forex, Karena trading forex ini sepenuhnya menggunakan spekulan atau prediksi yang memiliki resiko tinggi dimana naik turunnya nilai valas tersebut cepat, dan jika spekulan kita salah maka bisa mengakibatkan seluruh saldo yang kita miliki akan hilang tak tersisa.

Beberapa minggu ini banyak sekali berita yang memberitakan bahwa banyak yang mengalami gagal dalam bermain forex dan melakukan aksi bunuh diri (bisa dicek kolom pencarian google), So, bagi anda yang masih berpikir-pikir enak mana Saham dan Forex ? penulis hanya dapat menyarankan lebih baik tidak terjun dalam dunia forex.
Saham dan Forex menurut pandangan Islam

            Seluruh ulama sangat sepakat bahwa hukum trading Forex adalah Haram, sedangkan untuk Saham sendiri beberapa ulama ada yang mengatakan haram dan ada pula yang mengatakan halal, ini tergantung kita sebagai pelaku saham saat ikut dalam berinvestasi pada pasar modal ini.

            Tim Revival juga merakum ulama yang berpendapat saham termasuk halal bisa cek dihalaman baca terkait >> Haram / halal pelaku saham. (Dhimas/rev)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *